Home » Alumni » History
HISTORY

SEJARAH SINGKAT PERKUMPULAN PANCARAN HIDUP

             Perkumpulan Pacaran Hidup adalah organisasi yang menjadi wadah para alumni sekolah Pa Hoa. Organisasi ini didirikan pada tanggal 10 November 1984 oleh sejumlah alumni sekolah Pa Hoa. Pada tahun 2008, Perkumpulan Pancaran Hidup mendirikan kembali sekolah Pahoa. Dengan demikian Perkumpulan Pancaran Hidup memiliki keterkaitan erat dengan sekolah Pa Hoa pada masa lalu dan dengan Sekolah Terpadu Pahoa pada masa sekarang. Sejarah Perkumpulan Pancaran Hidup menelusuri beberapa tahap.

 

            Tahap Pertama: Ikatan Ex-Pelajar. Asal usul Perkumpulan Pancaran Hidup adalah ikatan ex-pelajar sekolah Pa Hoa. Ada dua macam ikatan ex-pelajar sekolah Pa Hoa. Macam pertama adalah ikatan ex-pelajar yang didirikan oleh para alumni pada zaman sebelum Perang Dunia kedua dengan nama Pa Hoa Alumni Association. Macam kedua adalah ikatan ex-pelajar yang didirikan setelah Perang Dunia kedua. Ikatan ex-pelajar macam kedua inilah yang merupakan asal usul dari Perkumpulan Pancaran Hidup. Selanjutnya di sini kita hanya berbicara tentang ikatan ex-pelajar sekolah Pa Hoa macam kedua ini.

            Menurut catatan di dalam Buletin Perkumpulan Pancaran Hidup dan Sekolah Terpadu Pahoa, terdapat dua ikatan ex-pelajar sekolah Pa Hoa berupa Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Jakarta dan Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Bandung. Mereka bersama-sama menampung para alumni sekolah Pa Hoa. Di dalam penyebutan alumni atau ex-pelajar, biasanya para alumni dikenal berdasarkan angkatan kelulusan SMA di sekolah Pa Hoa. Alumni angkatan 1952, misalnya, adalah para alumni sekolah Pa Hoa yang lulus SMA pada tahun 1952. Demikian seterusnya untuk angkatan lainnya.

 

            Di dalam Buletin itu, tercatat bahwa Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Jakarta didirikan oleh para alumni sekolah Pa Hoa lulusan SMA tahun 1954. Ikatan itu didirikan pada tanggal 6 Maret 1955. Penerimaan anggota untuk angkatan tahun 1955 dimulai pada tanggal 24 Agustus 1955. Kegiatan ikatan meliputi latihan bulu tangkis, merayakan tiongciu sambil memandang bulan purnama, melaksanakan tur ke Bali, serta kegiatan rekreatif lainnya.

            Ketika pada tanggal 1 November 1957, terjadi pemisahan siswa ke sekolah Jajasan Pendidikan dan Pengadjaran (JPP) di Jalan Patekoan dan ke sekolah Pa Hoa di Jalan Blandongan, maka Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Jakarta membantu di dalam pelaksanaan pemisahan ini. Bahkan karena kekurangan guru untuk sekolah JPP, sejumlah alumni anggota ikatan turut menjadi guru di sekolah JPP.

            Keterlibatan para alumni di sekolah JPP menyebabkan sekolah ini dapat berlangsung dengan semestinya. Namun keterlibatan ini juga sempat menimbulkan ketidakcocokan di antara para alumni dengan pengurus JPP. Pada tahun 1960, para alumni membentuk suatu wadah untuk membenahi kekisruhan di dalam sekolah. Wadah itu bernama Dewan Konsolidasi. Benturan di antara Dewan Konsolidasi dengan pengurus JPP menyebabkan sekolah ditutup untuk beberapa hari dan baru dibuka kembali setelah ada klarifikasi.

            Di dalam Buletin itu, tercatat juga bahwa Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Bandung didirikan oleh para alumni sekolah Pa Hoa lulusan SMA tahun 1954. Ikatan ini didirikan pada tahun 1955 dengan anggota para alumni lulusan tahun 1954. Namun tidak lama kemudian, anggota ikatan bertambah dengan para alumni sekolah Pa Hoa lulusan SMA tahun 1955 yang melanjutkan studi mereka di perguruan tinggi di Bandung.

            Kegiatan utama Ikatan Ex-Pelajar Pa Hoa Bandung adalah memberi bantuan kepada para alumni sekolah Pa Hoa yang datang ke Bandung untuk belajar di perguruan tinggi. Lulusan sekolah Pa Hoa adalah penduduk Jakarta dan sekitarnya sehingga di Bandung mereka menjadi pendatang yang perlu dibantu. Termasuk di dalam bantuan itu adalah pencarian rumah indekos serta bantuan lain untuk memulai hidup di Bandung.

 

            Tahap Kedua: Reuni dan Reuni Akbar. Setelah sekolah JPP dan sekolah Pa Hoa ditutup maka satu-satunya wadah yang terkait dengan sekolah Pa Hoa adalah ikatan ex-pelajar. Kegiatan yang cukup besar dari ikatan ex-pelajar adalah reuni. Ada reuni yang terbatas kepada para alumni satu angkatan lulusan yang berskala kecil dan ada reuni akbar yang meliputi para alumni berbagai angkatan lulusan.

            Menurut catatan di dalam Buletin, reuni akbar pernah dilaksanakan pada tanggal 8 April 1978 bertempat di Orchid Palace dan dihadiri oleh sekitar 250 orang alumni. Reuni akbar juga pernah dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 1979 bertempat di Glodok Plaza dan dihadiri oleh sekitar 2800 orang alumni. Reuni akbar selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 1984 bertempat di Hotel Horison dan dihadiri oleh sekitar 3800 orang alumni.

            Reuni akbar tahun 1984 ini menghasilkan suatu keinginan untuk membentuk suatu wadah yang lebih mantap untuk para alumni sekolah Pa Hoa. Bahkan keinginan itu telah muncul menjelang reuni akbar. Agar betul mantap, wadah ini memerlukan gedung organisasi dengan alamat yang tetap. Gedung ini perlu dibeli dengan dana yang perlu dikumpulkan dari sejumlah alumni. 

            Dalam rangka inilah pada tanggal 1 Agustus 1984, beberapa hari sebelum reuni akbar dilaksanakan, 24 orang alumni berkumpul di Hotel Borobudur. Dikenal sebagai Semangat Borobudur, mereka memutuskan untuk membeli ruko guna dipergunakan sebagai gedung organisasi dan  sekretariat organisasi. Dana itu akan berasal dari hasil reuni dan ditambah dengan dana yang diperoleh dari sejumlah alumni.

            Ada dua pilihan bentuk organisasi untuk wadah para alumni. Pililhan itu berupa perkumpulan atau yayasan. Tahun 1984 adalah tahun di dalam zaman orde baru yang mengekang segala sesuatu yang berindikasi Tionghoa. Karena itu para alumni tidak berani membentuk perkumpulan sehingga pilihan jatuh pada organisasi berbentuk yayasan. Sekalipun bernama yayasan namun statusnya tetap menjadi wadah para alumni seperti halnya perkumpulan.

           

            Tahap Ketiga: Yayasan Pancaran Hidup. Keinginan mendirikan yayasan telah mantap setelah reuni akbar pada tahun 1984. Namun yayasan ini memerlukan nama. Pada zaman orde baru itu, nama Pa Hoa tidak dapat digunakan untuk nama yayasan. Berbagai nama yayasan dimunculkan, kesemuanya terdiri atas dua kata yang berawalan huruf P dan huruf H yang merupakan huruf awal dari kata Pa Hoa.

            Setelah dipilih-pilih, nama yayasan yang terpilih adalah Pancaran Hidup. Pada tanggal 10 November 1984 bertetapatan dengan Hari Pahlawan, di hadapan notaris dibentuklah Yayasan Pancaran Hidup. Semangat Borobudur kemudian berhasil menggunakan dana dari hasil reuni akbar dan dana dari sejumlah alumni membeli ruko di Jalan Muara Karang Raya Nomor 9 yang digunakan sebagai gedung yayasan. Gedung ini mulai ditempati pada tahun 1986.

            Dengan lahirnya Yayasan Pancaran Hidup maka semua kegiatan para alumni dilaksanakan di bawah yayasan ini. Secara diam-diam, ikatan ex-pelajar lenyap tanpa dibubarkan. Namun ikatan ex-pelajar ini telah berhasil melaksanakan reuni dan melahirkan Yayasan Pancaran Hidup.

            Sekalipun rencana kegiatan Yayasan Pancaran Hidup meliputi berbagai kegiatan sosial namun  realisasi kegiatan banyak berkisar pada reuni dan pada pendidikan. Berkali-kali Yayasan mencoba untuk mendirikan kembali sekolah Pa Hoa namun usaha ini selalu menemui kegagalan. Di bidang pendidikan pun usaha maksimum hanyalah penyelenggaraan kursus.

            Pada tahun 1990-an ketika pemerintah melonggarkan pendirian bank, banyak bank baru didirikan oleh masyarakat. Terjadilah kekurangan tenaga kerja di bidang perbankan. Untuk itu Yayasan mendirikan kursus perbankan dengan nama pengenal Budidarma. Mula-mula, hasil didikan kursus ini terserap semuanya ke dalam bank. Namun setelah sekitar 10 angkatan, lulusan kursus mulai tidak terserap lagi sehingga kursus pun diakhiri.

            Yayasan juga melaksanakan fungsi sosial berupa bantuan kepada mereka yang memerlukan bantuan. Sasaran pertama adalah para mantan guru sekolah Pa Hoa. Dana bantuan pun diberikan kepada beberapa mantan guru sekolah Pa Hoa yang memang memerlukan bantuan. Ketika terjadi peristiwa tragedi Mei 1998, Yayasan juga turut mencari data dan menyediakan dana untuk membantu korban Mei. Selain korban, tragedi ini juga melahirkan reformasi yang melonggarkan kekangan orde baru.  

            Pada tahun 2001, sekolah Pa Hoa mencapai usia satu abad. Untuk memperingati usia seabad sekolah Pa Hoa, Yayasan Pancaran Hidup menyelenggarakan reuni akbar memperingati seabad sekolah Pa Hoa bertempat di gedung Hailai, Ancol. Di dalam reuni, muncul harapan bahwa sekolah Pa Hoa dapat dihidupkan kembali. Harapan ini menjadi lebih kuat sehubungan dengan reformasi yang sedang berkembang di dalam masyarakat.

            Yayasan juga menyelenggarakan sejumlah seminar. Di sela-sela seminar itu muncul pertanyaan yang menggelitik yaitu “what next?” Pada waktu itu, tidak ada peserta seminar yang dapat menjawab pertanyaan itu. Dengan demikian what next? tetap saja berupa what next? untuk seterusnya.

 

            Tahap Keempat: Perkumpulan Pancaran Hidup. Reformasi pada awal abad ke-21 telah membuahkan sejumlah perubahan. Orde baru telah melarang bahasa, tulisan, dan, upacara di kalangan orang Tionghoa dan kekangan itu dihapus pada masa reformasi. Bahkan pada reformasi, tahun baru imlek kemudian dijadikan hari libur nasional. Bersama itu, keinginan untuk membentuk wadah alumni sekolah Pa Hoa dalam bentuk perkumpulan hidup kembali pada saat itu.

            Melalui sejumlah usaha di kalangan Yayasan Pancaran Hidup, bentuk yayasan ini ingin diubah menjadi perkumpulan. Namun hal ini terbentur kepada kebijakan pemerintah. Yayasan Pancaran Hidup tidak dapat diubah menjadi Perkumpulan Pancaran Hidup.

            Jalan yang dapat ditempuh adalah pendirian organisasi baru bernama Perkumpulan Pancaran Hidup. Demikianlah sejumlah alumni, terutama mereka yang aktif di Yayasan Pancaran Hidup, mendirikan Perkumpulan Pancaran Hidup pada tanggal 2 Maret 2002 Perkumpulan Pancaran Hidup ini didirikan oleh para alumni dari sekolah Pa Hoa, sekolah Jajasan Pendidikan dan Pengadjaran (JPP), dan Sekolah Menengah Atas Negeri 19. Secara hukum kini terdapat dua wadah yakni Yayasan Pancaran Hidup dan Perkumpulan Pancaran Hidup, namun di dalam pelaksanaannya, Yayasan Pancaran Hidup ditidurkan saja.

            Sebagai perkumpulan, Perkumpulan Pancaran Hidup memiliki anggota sehingga dilakukan pendaftaran anggota dan pembayaran iuran. Menurut anggaran dasar, keanggotaan perkumpulan terbuka untuk umum, namun di dalam pelaksanaannya, keanggotaan terutama ditujukan kepada alumni sekolah Pa Hoa, sekolah JPP, dan SMA Negeri 19.

            Setelah berbentuk perkumpulan maka pemilihan pengurus dan pengawas dilakukan di dalam Rapat Umum Anggota. Rapat Umum Anggota pertama dilaksanakan pada tanggal 20 Maret 2005. Rapat Umum Anggota selanjutnya dilaksanakan sesuai dengan ketentuan di dalam anggaran dasar perkumpulan.

            Pada tahun 2007, di kalangan Perkumpulan Pancaran Hidup hidup kembali keinginan untuk mendirikan kembali sekolah Pa Hoa. Di Malang telah berdiri Universitas Ma Chung yang merupakan kebangkitan kembali sekolah Ma Chung. Karena itu cukup beralasan untuk mendirikan kembali sekolah dengan nama Pa Hoa.

            Keinginan mendirikan kembali sekolah Pa Hoa melibatkan tiga orang alumni yang dikenal sebagai kelompok 3S. Mereka telah menyediakan lahan untuk sekolah serta bersedia menyandang dana untuk pembangunan gedung sekolah. Selanjutnya masalahnya adalah pelaksanaan keinginan ini harus dimulai dari mana.

            Untuk itu sejak bulan Juli 2007, sejumlah anggota Perkumpulan Pancaran Hidup melakukan pertemuan seminggu sekali untuk membahas pendirian kembali sekolah Pa Hoa. Pertemuan dilakukan pada hari Kamis sore di rektorat Universitas Tarumanagara sehingga mereka dapat dikatakan sebagai Kelompok Kamis. Dari rapat ke rapat, jumlah peserta Kelompok Kamis makin bertambah. Rapat menghasilan proposal berikut maket sekolah. Proposal ini dibawa ke rapat gabungan angkatan alumni untuk dibahas dan hasilnya adalah rapat menyetujuinya.

            Sehubungan dengan itu, para peserta rapat mingguan Kelompok Kamis diresmikan menjadi Panitia Persiapan Pembangunan Sekolah Pahoa. Proposal panitia mengemukakan nama sekolah sebagai sekolah Pahoa serta status sekolah sebagai sekolah  nasional plus. Dengan status nasional, sekolah terbuka untuk umum dan menggunakan kurikulum nasional. Dengan plus, sekolah menitikberatkan pendidikan budi pekerti berbasis ajaran Konghucu dan pendidikan tiga bahasa yang terdiri atas bahasa Indonesia, bahasa Han, dan bahasa Inggris.

            Terjadi pemisahan di antara pengelolaan lahan dan bangunan sekolah dengan penyelenggaraan pendidikan sekolah Pahoa. Lahan dan bangunan disediakan oleh perseroan terbatas Pahoa yang didirikan pada tanggal 13 Desember 2007 serta penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh Yayasan Pendidikan dan Pengajaran Pahoa yang didirikan pada tanggal 31 Januari 2008.

            Tiang pancang pertama di wilayah Gading Serpong dilakukan pada tanggal 21 Januari 2008. Secara resmi melalui keputuasn yayasan, sekolah Pahoa didirikan kembali pada tanggal 17 Maret 2008. Pembelajaran di sekolah mulai aktif pertama kali pada tanggal 23 Juli 2008. Sejak saat itu, sekolah telah berdiri kembali dengan nama resmi Sekolah Terpadu Pahoa.

            Pada tanggal 16 Maret 2008, Perkumpulan Pancaran Hidup menyelenggarakan upacara peringatan 107 tahun sekolah Pa Hoa yang dihadiri oleh para alumni dan para tokoh masyarakat. Di dalam upacara peringatan itulah pendirian kembali sekolah Pahoa diumumkan ke masyakarat dan pendaftaran siswa baru segera menyusul.

            Pada tahun 2008, Sekolah Terpadu Pahoa hanya membuka kelas prasekolah dan kelas satu jenjang sekolah dasar. Namun pada tahun 2009, Sekolah Terpadu Pahoa membuka lagi kelas pertama atau kelas tujuh jenjang sekolah menengah pertama serta kelas pertama atau kelas sepuluh jenjang sekolah menengah atas.

            Untuk tahun 2011 ketika sekolah Pa Hoa berusia 110 tahun, Perkumpulan Pancaran Hidup merencanakan untuk menyelenggarakan upacara peringatan dan reuni akbar serta menerbitkan Buku Peringatan 110 Tahun Sekolah Pa Hoa. (Dali Santun Naga)

© PAHOA 2010 All Right Reserved . powered by Menaravisi