Home » Alumni » News » Sinopsis Buku DARI TIONG HOA HWE KOAN 1990 SAMPAI SEKOLAH TERPADU PAHOA 2008 oleh Iskandar Jusuf
SINOPSIS BUKU DARI TIONG HOA HWE KOAN 1990 SAMPAI SEKOLAH TERPADU PAHOA 2008 OLEH ISKANDAR JUSUF 

Sinopsis

Buku ini mencoba memotret satu dinamika yang berlangsung pada masa Hindia Belanda, yakni bagaimana tokoh-tokoh Tionghoa peranakan di Batavia pada tahun 1901 mendirikan sekolah Tionghoa modern pertama di Indonesia yang kemudian menyebar dan berkembang ke seluruh Indonesia.

Buku ini juga menggambarkan bagaimana sekolah Tiong Hoa Hwe Koan Jakarta (Pa Hoa) menjadi korban prahara politik dan dibubarkan serta perjuangan para alumninya yang bercita-cita membalas budi almamaternya dengan jalan membangun kembali jiwa, falsafah, budaya luhur sekolah Pa Hoa.

Akhirnya pada tahun 2008 berdirilah “SEKOLAH TERPADU PAHOA”.



Referensi

Buku karya Jusuf Iskandar tentang THHK – Pahoa ini sungguh penetratif dan informatif tentang salah satu aspek dan rintisan dunia pendidikan di tanah jajahan Hindia Belanda (Nederland Indie), yang sekarang menjadi Indonesia. Betapa kesadaran para perintis Pahoa ini akan perlunya mencerdaskan kehidupan masyarakat / generasi muda. Usaha ini berhasil mewujudkan visi dan misinya kepada anak didiknya, juga menjadi inspirasi atau setidaknya “menggelitik” kesadaran usaha pendidikan swasta bagi kelompok-kelompok bukan Tionghoa di negeri ini. Secara sadar pula Pahoa telah menanamkan anak didiknya di bumi negeri ini, suatu pendidikan yang kemudian mengarah pada muara meng-Indonesia. Usaha ini harus dilanjutkan, jangan lupa kacang (yang ditanam di bumi Indonesia) akan kulitnya.

Harry Tjan Silalahi, Pendiri CSIS.

 

Buku “Dari Tiong Hoa Hwe Koan 1900 sampai Sekolah Terpadu Pahoa 2008” yang ditulis Iskandar Jusuf SH menarik untuk dibaca. Setelah membaca buku ini, saya mendapat pengetahuan bahwa pada umumnya masyarakat etnis Tionghoa mempunyai “survival spirit” dan ketahanan untuk hidup yang tinggi. Hal ini terlihat dari proses perjalanan sejarah Tiong Hoa Hwe Koan yang didirikan tahun 1900, melalui berbagai pengalaman pahit, sampai menjadi Sekolah Terpadu Pahoa 2008 yang bersifat nasional dan berorientasi ke bumi Indonesia. Karena itu, dalam hal. 163 bukunya itu, sdr. Iskandar menulis “Sekolah Terpadu Pahoa harus belajar dari sejarah.” Saya menghargai buku ini.

Dr. Albert Hasibuan, SH, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres)

Buku Dari Tiong Hoa Hwe Koan 1900 sampai Sekolah Terpadu Pahoa 2008 yang ditulis oleh Iskandar Jusuf ini saya rasa sangat bermanfaat. Pertama, ia memberikan banyak contoh sumbangsih yang telah dipersembahkan oleh etnis Tionghoa di bidang pendidikan bagi Ibu Pertiwi. Fakta-fakta tersebut sangat bermanfaat untuk diketahui oleh masyarakat luas, khususnya mereka yang bergerak di bidang pendidikan dan pemerintahan, bahwa orang Tionghoa pun juga adalah nation builder.

Kedua, saya melihat bahwa walaupun sudah jauh berbeda latar belakang dan situasi kondisinya perhimpunan alumni Pahoa mampu menghidupkan kembali spirit sekolah THHK 1901 ke dalam konteks abad XXI, dengan didirikannya Sekolah Terpadu Pahoa yang inklusif dan menitikberatkan kurikulumnya pada budi pekerti. Kesuksesan ini membuktikan adanya unsur-unsur positif di kalangan organisasinya., khususnya di kalangan tokoh-tokoh pengurus alumni Pahoa tersebut. Saya harapkan visi misi positif dari segenap pengurus tadi mampu mengawal kesuksesan Sekolah Terpadu Pahoa, karena bukanlah mustahil nantinya akan datang gangguan dan godaan. Namun saya yakin, kohesi positif dari segenap pengurus akan mampu mengatasinya. Selamat berjuang untuk sahabat-sahabat Pahoa!

Eddie Lembong, Ketua Pendiri Yayasan Nabil, Jakarta


Buku ini pernah dijadikan sumber oleh Dewi Anggraeni, Monash University pada tulisannya dalam Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde 169 (2013) 513 - 517  dengan judul Review Essays Indonesia’s Ethnic Chinese in National History: Three Recent Studies.

© PAHOA 2010 All Right Reserved . powered by Menaravisi