Home » Primary School » News » BELAJAR UNTUK DIAMALKAN
BELAJAR UNTUK DIAMALKAN 

BELAJAR UNTUK DIAMALKAN

 

            Pendidikan budi pekerti berlandaskan nilai-nilai Dizigui merupakan ciri khas sekolah Pahoa. penanaman nilai-nilai ini dilakukan mulai dari usia dini, termasuk kepada siswa SD. Tentunya pendidikan tidak hanya melalui kegiatan belajar di kelas, melainkan juga melalui pembelajaran langsung, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kira-kira apa saja yang sudah dilakukan oleh SD Pahoa? Berikut liputannya...

Bermain dengan Sampah, Siapa Takut! Siswa kelas V tahun pelajaran 2015-2016 diajak untuk menjaga lingkungan sekitar melalui kunjungan ke Depo Tzu Chi,Gading Serpong. Kunjungan ke Depo Tzu Chi ini bertujuan memperkenalkan kepada siswa cara pemilahan dan pengolahan sampah yang dapat didaur ulang.

Pagi hari Senin dan Selasa, 13 dan 14 Juni 2016 tepat pukul 08.00, ada pemandangan yang tidak biasa ditemui di Depo Tzu Chi, Gading Serpong. Antusiasme terlihat dari wajah siswa-siswi SD Pahoa dalam balutan celemek dan masker. Pada kunjungan kali ini, siswa diajak untuk mengenal usaha pelestarian lingkungan serta gambaran tentang sampah daur ulang melalui penjelasan relawan Tzu Chi. Kemudian siswa dibagi menjadi tiga kelompok dengan kegiatan masing-masing adalah memilah sampah, memilah botol,dan memilah sampah kertas.

Banyak siswa yang mengaku mendapat pengalaman baru yang berbeda dalam kunjungan kali ini. Para siswa tidak mengira bahwa sampah yang mereka abaikan ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Relawan Tzu Chi menyambut baik kunjungan kali ini dan berharap ada kunjungan berikutnya dengan durasi yang lebih lama sehingga siswa mendapatkan pengalaman yang lebih kompleks.

Terima Kasih, Bapak dan Ibu. Selasa, 27 September 2016, terlihat kipas-kipas berbentuk tangan mewarnai setiap sudut sekolah. Hari itu merupakan peringatan hari lahir Confusius. Tahun ini, kata bijak Confusius yang diangkat adalah "君子欲讷于言,而敏于行"(Orang bijaksana bicara dengan rendah hati, tetapi perbuatannya melebihi perkataannya).

            Kegiatan bagi siswa kelas I dan II adalah mewarnai gambar Confusius. Sedangkan kegiatan siswa kelas III sampai VI adalah membuat kipas berbentuk tangan siswa yang bertuliskan kata-kata bijak Confusius. Siswa juga diminta untuk menuliskan ucapan terima kasih di bagian belakang kipas yang ditujukan kepada orang yang mereka anggap berjasa di lingkungan sekolah.

            Pak Ajiz, salah seorang office boy di SD Pahoa, mendapatkan banyak sekali kipas berbentuk tangan di hari itu. Senyum bahagia terlihat di wajahnya sepanjang hari. Pak Ajiz mengaku dia merasa terharu. Selama ini, Pak Ajizlah yang membantu siswa saat menurunkan tas dari mobil ataupun mengantar makanan siswa ke depan kelas. Rasa senang dan haru juga dirasakan oleh Ibu Tuti, satpam gedung D di SD Pahoa. Pada kipas tangan yang diterimanya, siswa mengucapkan terima kasih karena sudah setia dan sabar membantu memanggil nama siswa yang dijemput pada saat pulang sekolah.                         

Healthy Food Day. "Makan sayur? Ga mau ah, Laoshi, sayur kan rasanya gak enak," itulah salah satu reaksi pertama siswa SD Pahoa ketika mendengar akan diadakan acara healthy food day. Acara ini bertujuan untuk menerapkan ajaran  Dizigui dalam bab Jin yang mengajarkan untuk makan dan minum seadanya, tidak memilih yang enak saja, serta makan secukupnya, jangan ada yang mubazir, walaupun sebutir nasi saja. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang diadakan di SD Pahoa dan bertepatan dengan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober 2016. Kegiatan ini dibagi menjadi empat hari dimulai dari hari Senin, 24 Oktober hingga hari Kamis, 27 Oktober.

            Satu minggu sebelum pelaksanaan, guru moral sudah menjelaskan kepada siswa tentang tujuan kegiatan ini beserta perlengkapan makan yang akan dibawa siswa dan kegunaannya (kotak makan, sendok garpu, sapu tangan untuk mengelap mulut, kain untuk membersihkan meja, serta table mat) disertai penjelasan tentang tata cara makan yang baik dan benar.

Di awal kegiatan, wali kelas memutarkan video tentang menghargai makanan dan dilanjutkan dengan pengambilan makanan di depan kelas yang dibantu oleh dua orang siswa perwakilan tiap kelompok. Setiap anak menyampaikan keinginan mereka dengan menggunakan kode tangan (banyak/sedikit makanan yang diminta) dan makanan yang diminta tidak boleh disisakan. Setelah semuanya mendapatkan makanan, siswa mengucapkan terima kasih kepada perwakilan orangtua yang melayani mereka lalu makan bersama dengan wali kelas tanpa mengeluarkan suara.

Banyak dari siswa yang baru mengetahui nikmatnya makan sayuran lewat kegiatan ini siswa yang tadinya tidak suka sayuran, justru makan dengan lahap di hari itu. Hal ini pula yang membuat para mami merasa usaha dan jerih payah mereka tidaklah sia-sia. Siswa pun belajar untuk menghargai makanan dan jerih payah orang yang menyediakan makanan bagi mereka.

Sungguh pengalaman belajar yang menyenangkan, yah. Nantikan lagi kegiatan-kegiatan menarik demi menanamkan nilai-nilai Dizigui di SD Pahoa. (Yovita)

© PAHOA 2010 All Right Reserved . powered by Menaravisi